Archive for May, 2007

May 20 2007

Belajar lagi, stress lalu gila!

Published by mujie under Cuap-cuap

Setelah hari Sabtu (19 Mei 2007) kemarin mengikuti acara pernikahan seorang rekan (selamat menempuh hidup baru kawan!), yang bisa dikatakan umurnya masih muda, jauh dibawah saya, kini saya kembali duduk manis didepan komputer butut milik saya untuk mengerjakan beberapa hal, belajar dan belajar lagi. Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya sedang mengerjakan sesuatu dengan keahlian dan keterampilan, karena saya juga sedang dalam tahap belajar. Termasuk didalamnya terlibat dalam menterjemahkan bahasa pLOG atau LifeType kedalam bahasa Indonesia, sebuah script blog yang hampir sama populernya dengan WordPress.

Sebenarnya saya juga sedang belajar mengerjakan LFS (Linux From Scratch) untuk penggunaan pribadi dengan panduan LFS book (dalam bentuk pdf), belajar Cisco router dengan JimSim Network Simulator yang gratis, belajar pemograman Delphi, Lazarus dan PHP, belajar bandwith manager dan QOS, sambil setiap hari memonitor webserver, mailserver, DNS, proxy di 2 tempat berbeda, termasuk jaringan di salah satu ISP swasta lokal tempat saya bekerja saat ini (tentu dibantu oleh rekan-rekan saya yang lain, yang saya juga bangga akan solidaritas dan kerja keras mereka dalam bekerja) .

Hahaha.. bisa dikatakan saat ini sedang belajar lagi, stress, tapi mudah-mudahan saya tidak gila!

3 responses so far

May 18 2007

Dongkol Listrik, Jalan Raya dan Kereta Api

Published by mujie under Cuap-cuap

Kecewa, putus asa, marah dan geram bercampur aduk jadi satu. Bagaimana tidak, listrik sebagai sumber penerangan dan peralatan baik usaha, perseorangan dan pemerintahan tiba-tiba saja harus mati mendadak tanpa jadwal. Palangka Raya pada khususnya masih tergantung pasokan listrik dari Kalsel (baca KaltengPos). Usaha menjadi tidak jelas, pekerjaan menumpuk, lampu lalu lintas padam dan seabrek-abrek lainnya (saking susah menyebutnya satu persatu-persatu :D). Termasuk server blog ini ditempatkan, di Universitas Palangka Raya (Unpar), sehingga mengakibatkan hilangnya blog ini dari peredaran internet.

Nah, disisi lain, entah ada hubungannya atau tidak dengan kondisi keuangan daerah, saya terkadang menjadi bingung, jalan-jalan diperlebar, diperhalus, tambal sulam dan belum lagi mega proyek milik Pemda untuk membangun jalur kereta api sebagai pengangkut hasil batu bara dan sawit. Lalu bagaimana nih nasib si listrik ? Nebeng mulu, malu ah….

No responses yet

May 10 2007

Pernikahan Adat pada Dayak Ngaju

Published by mujie under Budaya Dayak

Seperti kita ketahui bersama, pernikahan adalah upacara sakral dan suci untuk menyatukan kedua jenis manusia dalam satu ikatan.

Pernikahan secara adat pada Dayak Ngaju, seperti yang saya ketahui, bagi sebagian besar masyarakat Dayak Ngaju, baik itu yang beragama Muslim, Nasrani dan Kaharingan, meliputi proses maja misek ( datang bertanya ), manjakah duit ( melempar uang kepada pihak wanita ), dan pakaja manantu ( datang ke tempat calon menantu perempuan ). Pernikahan secara adat inipun dilakukan sebelum diadakannya resepsi pernikahan. Adapun dalam pernikahan ini, terdapat juga sebuah surat perjanjian yang ditandangani oleh kedua mempelai, orang tua atau wali kedua mempelai dan demang atau demang kepala adat setempat yang isinya biasanya dimusyawarahkan secara bersama, baik dari kedua belah pihak mempelai dan pihak Demang atau Demang kepala, yang disebut dengan Surat Perjanjian Nikah atau Surat Perjanjian Nikah, atau dalam bahasa Dayak Ngaju-nya disebut Surat Hapakat Kawin.

Continue Reading »

2 responses so far

May 09 2007

Banyak permintaan

Published by mujie under Cuap-cuap

Sambil perbaikin blog saya yang di http://mujie.blog.palangkaraya.net sambil mikir² pertanyaan :

  1. Kapan punya pacar lalu jadi istri ?
  2. Kapan punya rumah sendiri ?
  3. Kapan punya gaji lumayan ?
  4. Kapan tidak cape mikir ?
  5. Kapan rajin sholat dan mengaji ?
  6. Kapan bisa menyanyi sama-sama band keroyokan, walau ga terkenal ?
  7. Kapan bisa huhuhuhuhu…..

No responses yet

May 08 2007

Menteri TI

Published by mujie under Cuap-cuap, Teknologi Informasi

Alhamdullilah, akhirnya setelah sebelumnya Depkominfo dikepalai oleh Dr. Sofyan A. Djalil, SH., MA., MALD., seorang ahli dibidang ekonomi dan BUMN lulusan The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Massachussets, Amerika Serikat, kini Depkominfo sebagai departemen milik pemerintah yang “benar-benar berbau” IT, digantikan oleh pribadi yang benar-benar berkecimpung sejak lama dalam bidang IT itu sendiri. Beliau adalah Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., lulusan dari Universite des Sciences et Technologies de Languedoc, Perancis dalam bidang Biomedic dan juga mantan rektor ITS ( Institut Teknologi Sepuluh November - Surabaya, jabatan rektor beliau berakhir pada tanggal 15 April 2007 ) .

Continue Reading »

No responses yet

May 06 2007

TI dalam Perilaku dan Sosial Budaya (bagian II - habis)

Published by mujie under Teknologi Informasi

Bentuk-bentuk sebab dan akibat dari sebuah teknologi dan informasinya yang mempengaruhi sosial budaya di dalam komunitas akan berbeda-beda. Artinya begini, penyampaian dan penggunaan informasi akan dipengaruhi juga oleh kultur sosial dan budaya setempat. Tidak semua informasi dapat dicerna dan diterima dengan baik pada setiap tempat. Dimana di tempat lain dianggap sebagai hal lazim, namun ditempat lainnya lagi dianggap tidak beradab dan beradat atau bahkan dapat menimbulkan shock culture. Telah disinggung sejak awal, jika tidak di saring dengan baik atau tidak di terima dengan baik, akibatnya justru akan memperburuk kondisi perilaku sosial dan budaya setempat. Ambil contoh, konten material dewasa dianggap biasa di negeri barat dan tidak banyak menimbulkan kasus pelecehan, beda halnya seperti jika hal itu dibandingkan dengan di kosumsi oleh negara-negara di Asia. Penayangan sinema elektronik yang cenderung terlihat bergaya hedonisme dan materialisme mempengaruhi juga pemikiran para generasi muda untuk berlaku instan dan menghilangkan ide-ide kreatif. Jika sejak awal, para generasi muda ini sudah terpengaruh, maka dalam proses generasi selanjutnya akan terjadi hilangnya nilai-nilai moral dan kreatifitasnya sama sekali.

Bisa kita analogikan sebagai berikut :

  • Generasi pertama kehilangan 10% nilai kreatifitas dan moral
  • Generasi kedua kehilangan 25% nilai kreatifitas dan moral
  • Generasi ketiga kehilangan 50% nilai kreatifitas dan moral
  • Begitu seterusnya

Disisi lain, filter dan peraturan-peraturan diabaikan baik oleh si pembuat peraturan maupun oleh si pelaku peraturan. Bisa diambil contoh kasus lain jika ada lembaga independen yang melakukan survey untuk meneliti lebih jauh efek dari informasi yang mengakibatkan menurunnya nilai-nilai di masyarakat, seperti banyaknya kasus aborsi dan ( maaf ) hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, penyimpangan perilaku seksualitas, fashion style yang membuka banyak aurat, penggunaan obat-obat terlarang, dan masih banyak lagi. Yang notabene semua yang sampai kepada si objek adalah apa yang disampaikan oleh si subjek, yaitu informasi.

No responses yet

May 02 2007

Maja misek dan Intan

Published by mujie under Cuap-cuap

Beberapa hari kemarin, salah seorang kawan berencana untuk maja misek ( sebuah sebutan untuk datang melamar/menanyakan seorang wanita dalam bahasa Dayak Ngaju dengan datang ke rumah sang wanita ). Kawan saya berencana untuk mengajak serta tambi ( nenek ) -nya dalam rencana tersebut. Yang membuat saya geli adalah percakapan kawan tersebut dengan tambi-nya.

Kawan : Mbi, tau lah hamalem kareh hayak aku maja misek?

Kawan : Nek, bisa tidak nanti malam bersama saya untuk datang menanyakan ( melamar wanita ) ?

Nenek : Dia tau aku su mun hamalem, bahali malihi Intan.

Nenek : Saya tidak bisa cu kalau malam, susah meninggalkan Intan. ( maksudnya sinetron disalah satu televisi swasta yang berjudul Intan )

Saya pun tidak bisa berhenti tertawa ketika kawan saya tersebut juga bercerita, kalau misalnya ada tamu datang ke rumah neneknya tersebut ketika sinetron Intan dimulai, neneknya akan mengatakan kepada tamunya untuk menunggu sebentar karena beliau ingin menonton sinetron tersebut hingga selesai.

Ada-ada saja…

2 responses so far